Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Roh Dewa Perang

Roh Dewa Perang

Lelaki berpakaian serba hitam itu menoleh dan ia kedatangan seorang tamu tak diundang. “Siapakah gerangan dewi yang amat cantik ini, mengapa datang menemui iblis tak berguna sepertiku?” tanya Kuwara yang tak mengenal Ambar. Saat dewi bunga lahir, ia sudah dihukum menjadi iblis. “Aku Dewi Bunga Ambaramurni.” “Oh, lalu urusannya denganku apa?” “Aku selirnya Dewa Arsa.” Ambar berbohong.
1028.7K viewsOngoingAdded to Library 1.1K Times as dewa roman picisan lirik
Read
+Library
AKU ADA DI BELAKANG

AKU ADA DI BELAKANG

Album Ayudia. "Toilet dimana ya?" tanya Qiana. Dewa menjawab dengan geseran kepala ke arah kanannya. Qiana membuka pintu toilet mencari saklar lampu saat bersamaan tangan lain ikut menghidupkannya juga. Teriakan kaget Qiana sudah cukup menghentikan gerakan Dewa dengan kameranya. "Kenap?" tidak ada jawaban. "Qiana." Satu detik saja tidak ada jawaban tangan Dewa sudah mau membuka pintu.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 88 Times as dewa roman picisan lirik
Read
+Library
Sang Dewa Turun untuk Mencintaiku

Sang Dewa Turun untuk Mencintaiku

Rasa sakit fisik dan luka batin memang membuatnya menyedihkan, tapi ia ingin berjuang demi sebuah pengakuan dari pria yang selama ini ia panggil Ayah. "Aku akan membuat Dewa itu jatuh hati padaku. Jika itu mustahil baginya, tidak untuk gadis sepertiku. Kita sama-sama makhluk Tuhan, tidak ada perbedaan," gumam Maisa mantap. Ia memaksakan hatinya untuk mengejar sang dewa demi sebuah misi egois. Namun sedetik kemudian, ia meremas dahinya sendiri. "Kenapa aku malah berharap rasa sakit itu datang agar dia muncul lagi? Gadis bodoh..." "Bagaimana dengan gadis manusia itu, Bimasena? Jangan pernah kau mencoba memainkan hatinya."
508 viewsOngoingAdded to Library 17 Times as dewa roman picisan lirik
Read
+Library
Dua Wajah Sang Kaisar

Dua Wajah Sang Kaisar

Sebuah senyuman tipis yang aneh, yang tampak seperti perpaduan antara rasa kasihan dan peringatan yang mengerikan, terukir di bibirnya yang pecah-pecah. "Jiwa yang menumpang dua langit," gumam sang pertapa tua lagi, kali ini suaranya terdengar lebih jelas dan bergaung di dalam ceruk batu yang lembap. "Kau berpikir kau telah melarikan diri dari takdirmu di atas sana, padahal kau hanya sedang berjalan di atas jembatan yang rapuh. Ingatlah ini, wahai pengelana tanpa rumah... Jiwa yang menumpang dua langit akan ditagih oleh keduanya, di waktu yang ditentukan bulan."
10470 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as dewa roman picisan lirik
Read
+Library
Dalam Rengkuhan Hasrat Kakak Ipar

Dalam Rengkuhan Hasrat Kakak Ipar

Getaran itu terasa kasar, merusak simfoni musik klasik dan deburan ombak di bawah sana. ​Dewa melirik layar. Nama BI Ijah tertera di sana. ​Biasanya, Dewa akan mengabaikan telepon rumah di jam sepuluh malam seperti ini, menganggapnya hanya urusan logistik dapur atau tagihan bulanan. Tapi, ada firasat buruk yang mencubit tengkuknya. Sesuatu yang lebih dingin dari angin malam Ubud. ​"Sebentar, Jihan," ucap Dewa, suaranya mendadak datar. Dia melepaskan tangan Jihan dari bahunya dengan gerakan yang tidak lagi ragu.
9.7274.9K viewsCompletedAdded to Library 9.1K Times as dewa roman picisan lirik
Read
+Library
SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA

SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA

"Dewa Petir? Hehehe!" Fang Zhe tertawa kecil, suara tawa yang meremehkan itu terdengar di tengah derit listrik yang memekakkan telinga. "Kau memanggil dirimu Dewa hanya karena bisa memicu sedikit percikan listrik di sarafmu? Kau terlalu banyak berkhayal, Tua Bangka." "Kurang ajar! Rasakan ini!" Han Wuyu meraung.
1012.0K viewsOngoingAdded to Library 276 Times as dewa roman picisan lirik
Read
+Library
Pembalasan Dewa Perang

Pembalasan Dewa Perang

"Bagiku, kau itu pengecut! Meninggalkan pasukanmu tanpa aba-aba apapun dan hanya memikirkan diri sendiri! Bukannya tadi kau mengatakan ingin mengambil nyawaku?" Owen terbata-bata saat mendengar perkataan Ansel. Bahkan di gelapnya malam, aura sang Dewa Perang itu tetap bersinar terang. Pria gagah dan penuh kharisma tersebut seperti tak akan pernah redup bahkan saat ditempa oleh kegelapan sekalipun.
1029.3K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as dewa roman picisan lirik
Read
+Library
Bukan Sebab Cinta Ditolak

Bukan Sebab Cinta Ditolak

seru Alfi dengan suara serak nyaris tidak terdengar. Di depan mereka tertimpa cahaya bias pantulan lampu teras, Dewi berdiri dengan tatapan dingin. "Gasing batali si kain kafan, di patang kamih malam juma'ai. Gasing tangkurak nan den mainkan, putuinyo gasing putuih makrifat(gasing bertali si kain kafan di petang kamis malam jum’at, gasing tengkurak yang aku mainkan putusnya gasing putus makrifat)! Hi hi hi hi hi ...." Wajah pucat Dewi menyeringai, dari mulutnya keluar kalimat mantra yang diakhiri dengan suara tawa melengking menyakitkan kuping.
1.6K viewsCompletedAdded to Library 42 Times as dewa roman picisan lirik
Read
+Library
The Good Antagonist

The Good Antagonist

ucap Dewa "Jawabannya adalah.... "Elisa menjeda ucapannya. "Adalah" ucap Dewa tak sabaran. "Sapink" ucap Elisa sambil memperlihatkan poto di ponselnya. Terlihat di poto itu sapi berwarna full pink seperti sapi itu di edit warna pink. "Bwahahaha" "Hahahaha" "Anjir ngakak" "Hahahaha"
101.7K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as dewa roman picisan lirik
Read
+Library
BLASTERIS TERKUAT

BLASTERIS TERKUAT

"Dewa Utama ingin melihatmu." Dewa Kayu yang mengenakan rok kasa hijau berbicara. Dia memiliki bibir berwarna merah terang, dan suaranya mengingatkan pada mata air yang menggelitik. Itu manis dan halus, menyenangkan di telinga. "Ingin melihatku?" Krisna menggali telinganya. “Kalau begitu minta dia untuk datang dan menemuiku. Aku bukan anjing piaraannya yang bisa dia atur.”
1066.0K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as dewa roman picisan lirik
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status