Terjerat Cinta Duda Menyebalkan
Rasa bersalah itu seolah-olah rantai yang mengikat leher nya, membuat nafas tersesak.
“Sayang… Apa kabar? Maaf, mas baru datang. Mas sibuk, sayang,” ucapnya lirih, nafas terengah-engah akibat sesak di dada. “Maafin mas, ya. Mas telah mengkhiyanati cinta kita, pernikahan kita. Mas tidur dengan wanita lain. Mas hanya manusia biasa yang luput dari salah, tersesat dalam khilaf. Mohon maafkan kesalahan mas. Mas hancur tanpa mu; tak ada pelita yang menerangi jalan. Semenjak kamu pergi, hidup mas hancur. Setiap malam, mas mimpi kamu marah, kamu meninggalkan mas. Maafin jika mas membuatmu kecewa.” Ia menghapus air mata dengan lengan jaket nya, menyapa dengan senyum pahit yang tak terasa. “Pamit dulu
Hot Chapters