Dewa
Titin Widyawaticerpen suamiku garangcerita sedih anak tak dianggapkata-kata broken home bikin nangiskata-kata rumah sederhana
Hanya nampak sabit yang melengking seperti pisang dengan cahaya redup, remang lantaran berselimut kabut tipis.
"Kenapa hidup ini begitu sulit?" keluh Dewa sambil menengadahkan pandangannya ke atas.
"Ya Allah, cobaan-Mu begitu berat!" rintih Dewa dalam kegelapan malam.
Hening, suasana beku. Angin malam yang menemani kesedihannya. Lututnya menumpu di tanah, tangan dikepalkan ke bawah. Dewa menyesal, namun entah apa yang dia sesali, Dewa menyerah namun haruskah dia menyerah? Dewa bahagia, heh! Apa yang menbuatnya bahagia? Tak ada! Bahkan malam itu waktu tak bersahabat dengannya. Andaikan saja kamera Cannon SLRnya tidak hilang, dia akan foto wajahnya yang muram berteman malam yang kelam, sayang
Beliebte Kapitel