Rasaku Ditelanjangi
Lalu ia mengangguk, dan tanpa berkata apa-apa, menarik tubuhku sekali lagi ke dalam pelukannya.
Pelukan itu bukan sekadar kebiasaan, bukan sisa dari kenikmatan, bukan juga formalitas perpisahan. Itu pelukan yang mengandung banyak hal—rasa puas, rasa terima kasih, rasa sayang yang belum sempat dinamai dengan utuh. Tangannya melingkar kuat di punggungku, dan keningnya menempel pada pelipisku.