Lirik 'In Another Life' selalu bikin aku merenung tentang konsep takdir dan pilihan. Bayangkan, di kehidupan lain, mungkin kita bertemu dengan orang yang sama tapi dengan cerita berbeda. Aku sering dengerin lagu ini sambil ngopi, dan vibe-nya yang melankolis bener-bener nendang. Ada perasaan penyesalan, tapi juga harapan—seolah-olah sang penyanyi ngobrol sama versi dirinya di alam semesta paralel.
Yang menarik, metafora 'life' di sini bisa multitafsir. Bisa tentang hubungan yang gagal, impian yang nggak kesampaian, atau bahkan tentang identitas diri. Aku sendiri lebih condong ke interpretasi romantis. Misalnya, dua orang yang saling mencintai tapi terpisah oleh keadaan, dan mereka cuma bisa bertemu dalam imajinasi 'life' yang lain. Liriknya sederhana, tapi dalem banget pas dirasain.