Duka Cita
Selain itu, Cita juga rutin melakukan konseling, karena ia masih butuh dukungan mental atas semua yang pernah terjadi di dalam hidupnya, serta apa yang tengah dijalankan saat ini.
“Maaf, aku nggak bisa ke sana lagi jumat ini.” Arya mengolesi roti tawarnya dengan selai kacang, sembari menatap Cita yang berada di layar ponselnya. Sudah tiga kali ini Arya tidak bisa menjenguk Cita di Singapur, karena di akhir minggu ia harus pergi ke Jakarta. “Dari siang, aku harus sudah berangkat ke Jakarta terus nemui pak Pras sorenya.”
Hot Chapters