Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius
Di dalam kereta kuda, Dian yang ditatap oleh Wira pun bertanya dengan malu, “Tuan, kenapa kamu menatapku?”
Wira terkekeh dan menjawab, “Waktu di Kabupaten Uswal dan Yispohan, kamu bisa langsung mengeluarkan satu juta gabak tanpa ragu. Kenapa hari ini kamu begitu berbeda?”
“Ada uang yang harus dihemat dan nggak boleh dihemat. Tuan menjual sabun untuk mendapatkan uang, aku tentu saja nggak boleh tawar-menawar denganmu. Para pengawalku terluka demi aku, aku tentu saja harus menolong mereka. Tapi, uang untuk menyewa rumah dan komisi seorang makelar nggak seharusnya sebesar itu,” jelas Dian dengan serius. Sepertinya dia sudah sering melakukan tawar-menawar seperti ini dengan orang lain.
Hot Chapters