DiaLangit
Dia terus melangkahkan kakinya ke area kantin indoor dengan mata yang terus menatap sekeliling mencari seseorang, hingga pandangannya bertemu dengan iris mata hazel yang juga tengah memandangnya, membuat langkahnya terhenti beberapa detik, hingga pemilik iris mata hazel itu memutus kontak mata mereka.
Menghela napas panjang, Langit segera melangkahkan kakinya menuju tempat duduk yang masih kosong diikuti keenam sahabatnya.
***
"Gue ketinggalan apaan?" tanya Arvan yang baru tiba dengan sahabatnya yang bernama Reno di tempat duduk Langit cs.
"Banyak, Bang," jawab Aldi.
"Apaan?" kini giliran Reno yang bertanya.
Hot Chapters