DENDAM
Part16
"Mang, silahkan balik ke Pos," titahku.
"Baik, Pak!" sahutnya.
"Sebentar, Pak, Tuan. Bukan maksud saya menebar gosip atau membual. Hanya saja, kemarin saya melihat non Alia menari di depan rumah, tepat tengah malam."
Mamang menunduk.
"Saya sebenarnya ngeri melihat semua itu, apalagi wajah non Alia, begitu mirip non Alena."