Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dari Musuh Menjadi Suami

Dari Musuh Menjadi Suami

Tolong aku! "Bukan begitu." Dada Kala berdetak dua kali lebih cepat. Padahal sebelumnya, dia berbicara mengenai wanita yang bisa dicelakai atau dimasukkan ke dalam koper oleh lelaki, bermaksud untuk menakuti wanita itu agar tidak sembrono, tapi di sinilah dia sekarang. Bahkan untuk membuka mulut saja takut. Takut jika salah bicara. "Begini." Kala berdehem. Think! Think! "Aku memang pernah beberapa kali pulang ke sini. Tap-tapi nggak lama!"
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai dikala atau di kala
Baca
+Pustaka
Istri Cantikku Ternyata Kuntilanak

Istri Cantikku Ternyata Kuntilanak

Bab 22 "Sakit tau! kenapa sih dari tadi kepala aku jadi korban terus, nanti aku bisa gegar otak lho," ucap Dika bersungut kesal. "Habisnya kamu bener-bener nyebelin deh, masa kamu gak paham sama yang dia maksud?" keluh Laila. "Oke, oke aku ngerti, jadi kamu mau aku minta paku buat pakuin hantu kuntilanak ke seorang dukun, gitu? manfaatnya buat aku apa?" tanya Dika.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai dikala atau di kala
Baca
+Pustaka
Kontrak Cinta Sang Pewaris

Kontrak Cinta Sang Pewaris

Dddrrr. Getaran ponsel melenyapkan kebimbangan Kala untuk menjawab pertanyaan dari Mamanya. Dia pun segera melihat ponselnya yang dia simpan di saku jaketnya. Kala tidak mau menunda mengangkat telpon itu saat dia melihat orang yang menghubunginya adalah... “Halo, Kava. Ada di mana kamu sekarang?” ***
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai dikala atau di kala
Baca
+Pustaka
Ketika Istri Lemahku Menunjukkan Kekuatannya

Ketika Istri Lemahku Menunjukkan Kekuatannya

“Kamu belum punya kerjaan, Arkana?” “Sudah sih, tapi belum mulai. Oh ya, panggil aku Arka saja.” “Arka atau Arkan? Aku bingung ....” “Sama saja, asalkan jangan panggil Kana.” Kalila tersenyum kecil sebagai respons atas ucapan sederhana itu. “Maaf kalau aku terlalu berisik di rumah ini,” ucap Arka setelah selesai sarapan. “Suasana malah jadi ramai,” timpal Kalila, sorot mata kehampaan tidak luput dari pandangan Arka.
9.765.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai dikala atau di kala
Baca
+Pustaka
Retaliation For Enemies (Pembalasan Sang Putri)

Retaliation For Enemies (Pembalasan Sang Putri)

tanya Kala, Dia menantang Laksmi untuk mengatakan sesuatu. "Kau Kala lak***at! Tidak ada yang seberani Dirimu," ucap Laksmi. Dia masih dalam keadaan kesal, ditambah Kala cengengesan di depannya. "Wah, Kau memuji atau menyindirku?" tanya Panglima Kala. Dia sepertinya sangat bahagia saat mengerjai Laksmi. "Keduanya," ucap Laksmi. "Itu belati bekas apa?" tanya Rasi.
109.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 261 kali sebagai dikala atau di kala
Baca
+Pustaka
Two Times

Two Times

Sekilas aku melihat Kala yang tampak terkejut saat melihat wanita itu. Dan wanita itu yang tak kalah terkejutnya saat melihat Kala. "Alina ??" Ucap Kala. "Kala ??" Ucap wanita itu. Dilihat dari ekspresi mereka.. Apakah mereka saling mengenal ?? Sejak kapan ?? Bersambung..
8.69.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 269 kali sebagai dikala atau di kala
Baca
+Pustaka
Jerat Pesona Wanita Panggilan

Jerat Pesona Wanita Panggilan

Kala terkekeh pelan saat Lisa—perempuan yang baru saja mendesah sambil memaki, saat ia memainkan puncak dada Lisa dengan jarinya. "Promise me, you will only open your mouth for screaming my name and moaning like there's never tomorrow," bisik Kala dengan suara serak. "I will," sahut Lisa singkat saat merasakan tangan kekar Kala meremas puncak dadanya dengan kuat.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai dikala atau di kala
Baca
+Pustaka
ISTRI KECILKU YANG MENGGEMASKAN

ISTRI KECILKU YANG MENGGEMASKAN

"Kamu, kalau lagi tersipu malu kayak gini, gemesin deh, Dek. Pengen cubit pipi kamu terus. Soalnya pipi kamu kayak bakpao yang baru mateng. Empuk-empuk gimana gitu." Tiba-tiba Eka berdengus kesal. Melihat adanya perubahan ekspresi yang Eka tunjukkan, Dika pun hanya bisa cengengesan. "Udah jangan ngambek! Entar kita telat ke kampus," timpalnya cepat. Eka menyunggingkan bibirnya, "heum ... Om Dika, nakal!" serunya demikian. Kata 'Om Dika, nakal!' seolah menjadi, kata-kata wajib yang harus pria tiga puluh tahun itu, dengar. Setiap kali merasa kesal, Eka pasti akan melontarkan kata tersebut.
1014.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 291 kali sebagai dikala atau di kala
Baca
+Pustaka
Kamalila (Kama & Kalila)

Kamalila (Kama & Kalila)

"Kak! Kamu kenapa? Kenapa sangat mempedulikanku?" Fian diam dan fokus melepas sebuah helm yang terikat di jok belakang motornya. Pria itu mendesah pelan dan menghentikan kegiatannya demi menatap Kalila yang menunggu jawabannya. "Kamu masih membutuhkan jawaban dariku Kal? Apa kamu tidak ingat perkataanku tempo hari saat aku mengantarmu pulang?" Kalila mengerjap pelan tentu dia ingat dan dia hanya tak mau memikirkannya lebih jauh "Tapi bukankah Kakak tidak mempunyai perasaan apapun padaku Kakak hanya merasa-"
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai dikala atau di kala
Baca
+Pustaka
Lima Tahun Tanpa Nafkah

Lima Tahun Tanpa Nafkah

Kala mengangguk, di tempat ini dia biasa dipanggil Ndra, kepanjangan dari Kalandra. "Ya, saudara! Mau ke mana lu?" balas Kala sambil memberi kode agar Garwita masuk lebih dulu. Sementara Kala mengobrol dengan Gendon temannya. Lelaki bertubuh tambun itu berniat ingin mencari makan malam. Kala yang tadi belum sempat membelinya, meminta Gendon juga membelikannya dua porsi nasi goreng.
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai dikala atau di kala
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status