KEMBALINYA SANG RATU
Di sana, ia melihat cermin yang memantulkan bayangan setiap orang yang pernah terperangkap dalam kekejaman sejarah, dan ia teringat bahwa setiap peradaban dibangun bukan hanya dari kemajuan, tetapi juga dari kematian—dan dari kebangkitan dari abu yang tersisa.
“Di sini saya belajar, bahwa luka sejarah dapat menjadi pelajaran untuk masa depan,” tulis Lintang di jurnalnya, “bahwa setiap tragedi mengandung bijaksana yang harus disalurkan agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama.”