Istri yang Kuabaikan
Dirga langsung tertawa, seolah apa yang kuucapkan terdengar sangat lucu.
"Apa kamu lupa, Hans al Farabi? Mendekati Dinda sama halnya membuka perang denganku. Perlu kamu tahu, bahwa Dinda hanya milikku!" ucap Dirga, matanya menyorot tajam ke arahku, sembari rahangnya mengeras.
Aku meneguk ludah, demi melihat ekspresinya yang begitu menakukatkan, apa dia sudah tidak waras memaksa orang lain untuk tetap tinggal bersamanya, sementara orang itu sudah tidak lagi mencintainya.