Pengasuh Kesayangan Bujang Arogan
Mas Rama mengeratkan pelukan.
"Semoga begitu. Setidaknya agar mereka sadar, hidup ini selalu berputar. Tak selamanya berada di bawah, pun tak selamanya berada di atas. Terlalu mudah bagi Allah untuk membolak-balikkan hidup hambaNya. Jadi, tak perlu jumawa saat di atas dan tak harus rendah diri saat di bawah. Jalani saja semuanya dengan ikhlas. Doa dan usaha tak boleh putus. Allah lebih tahu bagaimana ikhtiar kita. Soal hasil, serahkan dan kembalikan semua padaNya." Aku tersenyum lagi.
"Pinter banget sekarang ya, Mas. Sekolah di mana sih?" Aku sedikit menggoda, sementara Mas Rama hanya nyengir sembari garuk-garuk kepala.