From Your Eyes Only
“Aku takut kalian kelupaan step-nya. Pastikan adonan pertama di mesin jangan sampai kepanasan, kalau uda kalis, langsung diangkat untuk di proofing. Gorengnya juga apinya jangan kegedean biar nggak gosong"
Riris langsung memotong cepat, separuh kesal tapi aku tahu dia sayang. “Iya, Bu Dosen Donat! Kamu udah ngulang lima kali. Kami udah hafal!”
Julio ikut tertawa kecil lalu mencium keningku lagi. “Tenanglah, Ra. Kami bisa. Percaya sama kami, ya?”
Aku menarik napas panjang. Melihat wajah-wajah di sekelilingku, suamiku, sahabat-sahabatku, semuanya menatap dengan keyakinan , aku tahu, aku harus percaya pada mereka.
Chapitres populaires