Desah Di Kamar Sebelah
ucapku semakin merendah.
“Aku ingin lho, bisa sepertimu, Ina. Umurku memang baru 40 tahunan lebih. Namun, aku sudah khawatir dengan kecantikanku yang bisa saja setiap harinya berkurang. Aku ingin suntik botox atau pasang filler seperti kawan-kawan arisanku. Namun, aku takut dosa. Jadi, selama ini aku hanya berani pakai krim-kriman dan minum jus buah saja. Kalau perawatan pun, paling-paling hanya laser atau derma pen. Kalau yang sifatnya mengubah bentuk, aku tidak berani.”
Bacot! Kebanyakan bicara mulutmu, Nami. Muak sekali aku mendengarnya. Pakai acara bawa-bawa takut dosa segala. Sok suci kamu!