Duka Cita
Kaniethacerita pernikahancerita wattpad pernikahancerita indah pernikahancerita pengantin baru
“Oia, jumat malamnya, aku ke Singapur. Sampe jam 10an di Changi.”
“Masih lama.”
Arya menyentuh layar ponselnya, tepat pada bibir Cita yang mengerucut. “Semingguan lagi, sabar, ya. Habis itu kamu bisa peluk sama cium aku puas-puas.”
“Nggak kebalik?”
Arya terkekeh, saat melihat mata Cita memicing padanya. “Nggak kebaliklah. Kan, kamu sudah kangen dan nggak sabar ketemu sama aku, kan?”
Beliebte Kapitel