Cinta Sang Merpati
Rasanya kurang, ingin tidur lagi, sampai pagi, batinnya.
Baru saja menghempaskan tubuh ke kasur, chat WA dan panggilan dari orang yang sama mengalir deras. Ah, malas. Namun, panggilan telepon itu datang lagi dan lagi, terpaksa ia harus mengangkatnya.
“Halo?”
“Sayang, kenapa baru aktif? Kamu lupa ya, sore ini Lalisa pulang dari Jepang. Jemput gih, jangan lupa beli satu buket bunga untuknya.”
Hot Chapters