Diantar Ke Rumahku
“Teleponlah, Ma. Tapi namanya dia lagi di hajatan yang ada dangdutan-nya, teleponnya lama baru diangkat. Pas diangkat, setelah kami nunggu 20 menitan kayaknya. Akhirnya dia sampai setengah jam setelah kutelepon. Dan kami kelaparan dan kehausan menunggu dia.”
“Kenapa kalian enggak makan-minum sambil menunggu dia? Salah kalianlah,” Mama tak mau disalahkan.
Sondang berdecak kesal.
“Ini bulan Puasa, Mama. Mana ada warung yang buka… Akhirnya kami ke minimarket, dan beli air minum dan roti di sana, itupun setelah kami pulang dari tukang jahit. Jadi, Mama tahu, kan, urusan kebaya yang kata Mama cuma 30 menit beres itu, ternyata makan waktu berjam-jam.”
Bab Populer