Dosa Dibalik Cadar
“Aku masih mengharapkan maaf darimu, aku nggak tenang selama ini, Raff. Terus dihantui rasa bersalah..”
Raffa tersenyum dan mengangguk, “Oh itu ... aku dah luapin semuanya, jangan bahas-bahas lagi.”
“Aku malu kalau ingat dosaku sama kamu, Raff ...”
“Nggak papa, setiap orang pasti punya kesalahan. Itu wajar.”
Raffa meraih piring makannya dan menyantap bubur ayam buatan Maryam.
“Yaudah aku tinggal dulu ya, mau nyuapin Syifa. Soalnya Ummi, Abah sama suamiku lagi di rumah duka.”