Bara Dendam Sagara
“Di sudut ruang kartografi di Arsip Agung. Bau perkamen tua dan debu selalu memenuhi udara di sana. Aku sedang merapikan gulungan peta-peta kuno yang sudah jarang disentuh orang, saat Sagara datang menghampiriku. Dia selalu punya cara untuk muncul begitu saja. Senyum jahil terpasang di wajahnya, seperti anak kecil yang baru saja menemukan permen rahasia.”
Aryani mendengarkan dengan seksama, mengangguk perlahan, seolah memahami gambaran Sagara yang diceritakan Larisa.
Larisa membuka matanya, menatap kunci itu lagi, seolah Sagara ada di sana bersamanya, berbicara melalui ukiran itu. “Dia membentangkan sebuah peta usang di depanku. Peta dari Pesisir Ular, sebuah area yang jarang dilalui pelaut.
Hot Chapters