Setelah Dua Belas Tahun Pernikahan
Tapi sayang beberapa kali menekan bel, tak ada satu manusiapun yang datang membuka
Akhirnya Sari memutuskan untuk langsung menelpon Dila.
[Hallo Sari.]
[Hallo Dila, kamu dimana?]
[Lagi di kantor?]
[Kamu udah kerja sekarang?]
[Iya, mau mandiri aja.]
[Alhamdulillah. Oya, maaf ya Dil jika aku lancang sama kamu. Tadi aku baru saja dari rumah sakit menjenguk Dita. Kamu tahu siapa yang aku lihat ada di ruangan itu? Suami, Dil? Bukan itu aja, kemarin saat aku minta foto pernikahannya, dia ngirim sebuah foto yang mempelai lelakinya mirip banget sama suamimu. Dila, rumah tanggamu baik-baim aja 'kan?]