Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SaDriS

SaDriS

Boro2 2,5 juta drisss,250 ribu aja mamah gak ada! Emang uang segitu banyaknya buat apa sih drisss,tanya ibu sadris kepadanya.. "Yaudah mah kalo gaada gapapa... Sadris berpamitan pada ibunya dan langsung pergi menuju toko Riza... ***
9.63.0K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as dripping
Read
+Library
Rain

Rain

Jawab Rain dengan santai Dan tiba-tiba saja Tania menjulurkan jarinya dan menaruhnya di sudut bibir Rain, dan membuat Rain kaget, dan ternyata Tania mengambil ada bekas nasi di bibir Rain, jadi Tania mencoba membersihannya. “Kaya anak kecil kamu, makan aja berantakan” Ucap Tania dengan senyum dan itu membuat Rain malu karena dia makan berantakan Dan setelah selesai makan dan hari sudah larut malam, Tania mengambil piring tersebut untuk menaruhnya di dapur dan berpamitan untuk tidur malam, dan Rain pun mengizinkan dan Tania pun keluar dari kamar Rain, sementara Rain kembali menatap purnama yang akan menghilang dan akan di gantikan oleh rintik hujan yang deras, dan benar saja tidak lama kemudi
9.130.1K viewsOngoingAdded to Library 1.1K Times as dripping
Read
+Library
Tears

Tears

Sejurus kemudian pintu apartemen pun terbuka. Aroma tajam minuman beralkohol seketika menyeruak ke dalam hidungnya. Ibell melanjutkan langkah. Keadaan ruang tamu benar-benar seperti habis diterjang badai katrina. Botol-botol minuman sebagian pecah dan sebagian lagi bergelimpangan di sofa. Ibell melanjutkan langkahnya ke arah pantry. Kapal pecah pun kalah berantakannya di sini. Sisa bir, ampas kopi, kotak sampah pizza hingga bungkus mie instan bertebaran di mana-mana. Langkah kakinya perlahan menuju bagian kamar. Dan di sana, di atas tempat tidur king sizenya, daddynya tertidur dengan masih menggunakan setelan jasnya. Aroma asam bekas muntahan menguar dari lantai kamar. Daddynya ini entah tid
1078.5K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as dripping
Read
+Library
Sweet Dreams

Sweet Dreams

Mereka membawa handuk juga empat gelas minuman. "Ayo anak-anak, kemarilah!" panggil Bibi Andini. Ketiganya langsung berlari. Gea memandang gelas berisi minuman dingin tersebut dengan penuh minat, tenggorokannya meronta meminta. "Kalian pasti lelah, sini biar Mama mengelap." Keringat mereka langsung diseka. Gea memandang dengan sedih, tidak ada satu pun tangan yang bersedia menyeka keringatnya. Lantas Gea menghapus peluh dengan pakaiannya sendiri.
9.889.8K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as dripping
Read
+Library
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

kata Damar dengan nada dingin sambil berjalan menjauhi Mela tanpa menoleh ke belakang. Setiap langkah yang diambil Damar terasa seperti pukulan bagi Mela. Mela tetap berdiri di tempat. Air matanya masih mengalir deras sementara dia menatap sosok Damar yang semakin menjauh hingga akhirnya dia menghilang dari pandangan.
853 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as dripping
Read
+Library
WATER

WATER

Pagi telah tiba namun Emi hanya mendapati hujan yang terus saja membasahi bumi yang membuatnya hanya bisa terdiam seperti orang bodoh di balik jendela kamar sembari melihat teman-temannya yang kegirangan di bawah langit yang siap membuat mereka menjadi manusia petir. Emi tak habis pikir dengan orang-orang bodoh itu. Mereka terlihat sangat senang dengan cairan menjijikkan yang terus saja membasahi mereka.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as dripping
Read
+Library
Rain do for you

Rain do for you

Seorang pria tengah tertidur di kamarnya di sebuah apartemen sederhana. Peluhnya bercucuran berbentuk sebiji jagung di dahinya. Dia kembali gelisah setelah sebelumnya tenang. Alisnya berkerut dalam dengan ekspresi yang sulit dijelaskan. Seperti badai tengah mengamuk di dalam mimpinya. Dor!
102.2K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as dripping
Read
+Library
Diary Rain

Diary Rain

Kata darimu Mungkin butuh kursus Merangkai kata, Untuk bicara Dan aku benci Harus jujur padamu, Tentang semua ini Jam dinding pun tertawa, Karna ku hanya diam dan Membisu Ingin kumaki Diriku sendiri, yang tak Berkutik di depanmu Ada yang lain Disenyummu Yang membuat lidahku Gugup tak bergerak Ada pelangi Di bola matamu Dan memaksa diri Tuk bilang Aku sayang padamu Aku sayang padamu Seakan memaksa dan Terus memaksa Mungkin Sabtu nanti Kuungkap semua, Isi di hati Dan aku benci Harus jujur padamu Tentang semua ini -Jamrud, Ada Pelangi di Matamu- ~Sesi Lagu Berakhir~ "Rain." Ucap Zevran akhirnya setelah 30 menit lebih kami berdua saling diam.
107.1K viewsOngoingAdded to Library 178 Times as dripping
Read
+Library
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

Dari retakan itu, sesuatu mulai merembes keluar cairan hitam pekat yang perlahan meluncur turun, membentuk jejak panjang di permukaan kaca. "Apa ini...?" Adrian mundur selangkah, melihat cairan hitam itu jatuh ke lantai, menetes perlahan tapi pasti, membentuk genangan kecil yang semakin membesar. Bau anyir menusuk hidungnya, membuat perutnya mual.
1.9K viewsCompletedAdded to Library 75 Times as dripping
Read
+Library
Air mata yang Kutumpahkan

Air mata yang Kutumpahkan

Ia jadi bisa sedikit melupakan kegundahan hatinya. "Wah, anak Bunda sudah bangun rupanya. Bangun-bangun kok malah nangis? Mau mimik susu ya?" Keira mengajak Dhira mengobrol. Dan pertanyaannya hanya dijawab dengan suara ocehan khas bayi berusia tiga bulan. Sepertinya Dhira haus dan meminta jatah ASInya. Keira melirik jam dinding. Pukul enam lewat lima menit. Ini memang jam-jam bangun pagi putrinya. Tangis Dhira yang tadi terhenti karena diajaknya berinteraksi, kembali melengking. Sepertinya putrinya ini kesal karena jatah susunya belum juga diberikan.
1091.8K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as dripping
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status