IBUKU PELAKOR
Divya harap, Ibu juga terus melantunkan doa, agar Allah mempertemukan kita suatu hari nanti.
"Buk, apa kita sudah bisa berangkat?" tegur driver taksi online.
"Eh, iya Pak. Maaf, jadi lama menunggu." Cepat aku hapus air mata yang hampir jatuh dari mataku.
"Divya, pamit Nek, Bulek." Aku segera melangkahkan kakiku dengan mantap ke arah mobil berwarna hitam metalik itu.