Dua Sisi Menantu
"Empat, Bu. Dua perempuan, dan dua lelaki."
"Anak ke berapa Nisanya?" tanya Ibu Mas Ilyas sembari menyilangkan kakinya. Rasanya seperti sedang di introgasi. Pembicaraan ini tepat sasaran, tidak mengalir apa adanya seperti pembicaraanku dengan Bunda tadi.
"Anak pertama, Bu," jawabku lalu Ibu Mas Ilyas menganggukkan kepalanya perlahan.
"Paling kecil umur berapa?" Ah, kukira sudah selesai ternyata belum.