Nona Hemat di Sarang Konglomerat
Dia mengeluarkan daging sapi segar dari cooler box, membumbuinya dengan garam kasar dan lada hitam, lalu membakarnya langsung di atas bara api.
Aroma daging panggang dan kayu bakar memenuhi udara.
Mereka duduk di batang kayu besar menghadap api. Damar memotong daging itu dengan pisau belatinya, lalu menyodorkan potongan terbaik ke Citra.
"Makan. Protein murni."
Citra mengunyah. Rasanya sederhana, purba, tapi luar biasa enak.
"Pak Damar," panggil Citra pelan, menatap api yang menari. "Kenapa Bapak se-paranoid ini? Kenapa Bapak selalu pasang kamera, selalu siap senjata?"
Hot Chapters