Hai Om, Aku Calon Istrimu!
Di hadapan kami, langit terbentang luas dengan semburat oranye yang menyapu awan, seolah seluruh dunia sedang terbakar lembut oleh cahaya senja.
“MasyaAllah—” aku berbisik pelan.
Mas Danish berdiri di sisi tebing, tangannya dimasukkan ke saku jaket, matanya menatap langit tanpa berkata apa-apa.
Safa datang beberapa detik kemudian, langsung berteriak, “Akhirnyaaaa! Kita sampai juga sebelum sunset!”
Aku tersenyum. “Worth it banget, ya?”