MASTER ALKEMIS
Ia lebih memilih diam dan memulihkan tenaga bela dirinya sebanyak mungkin, bersiap menghadapi pertempuran.
“Wah, lihat adik manis ini, wajah cantik, tubuh indah... tsk tsk, rezeki besar kita kali ini,” kata salah satu pria Dakun bermata dalam sambil menjilat bibir dengan tatapan cabul.
“Haha, benar juga. Adik kecil, tenang saja, sebentar lagi kau akan jadi milikku. Jadi bukankah buruan ini juga otomatis jadi milik kami?” canda seorang pria besar berwajah penuh bekas luka.