Cinta Pengganti
Bahkan, Gilang tidak pernah menduga dan masih tidak bisa percaya, dirinya bisa menjadi seorang ayah bagi Duta.
“Aku ngerti,” angguk Duta, meskipun masih merasa kebingungan. “Jadi, misal aku pindah minggu ini, semester ini juga, nilaiku harus bisa masuk tiga besar? Kalau nggak masuk, semester depan aku harus ikut les kayak Kasih. Gitu, kan, Pa?”
“Betul!” Gilang menjentikkan jarinya. “Gimana?”
Duta kembali mengangguk. “Aku mau pindah aja. Kata oma, sekolahnya Kasih dari sini dekat, cuma setengah jaman kalau macet. Kalau nggak macet, bisa lebih cepat.”