Cinta Cita
“Ya udah. Semangat olahraganya, Kak! Biar langsing!”
Duta tertawa sambil merentangkan kedua tangannya. “Segini masih kurang langsing?”
“Nggak, nggak.” Jelas saja, Cita ikut tertawa melihat tingkah Duta. Pria itu sepertinya tidak terlalu memusingkan, tentang pembicaraan terakhir mereka. “Udah cucok, kok! Mungkin, kak Kasih aja yang harus pake kacamata.”
“Iya ju ... sebentar.” Duta mengeluarkan ponsel yang berdering, dari running bag yang menggantung di pinggang, lalu segera menerima panggilan tersebut. “Halo, Yah? Kenapa?”
Sikat na Kabanata