Dua Sisi
Salah satunya berusaha untuk tidak menjadi sok dekat dengan perempuan yang telah melahirkan Ahmad itu.
Sementara dari jarak beberapa meter, Ameera memperhatikan mereka sembari terus melaksanakan tugasnya. Bude Darmi keluar dari dapur kotor membawa termos nasi. “Owalah, enten Bu Nyai, to!” ujar Bude Darmi ramah. “Waduh ..., Bu, tasek berantakan niki, loh!” imbuhnya.
“Uwes, Ndak apa-apa. Saya juga tadi cuma kebetulan lewat sini. Abis menemani Abah jalan-jalan pagi keliling pesantren.”
Hot Chapters