Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kutukan Mantan Terindah

Kutukan Mantan Terindah

Dia menatap Zura yang duduk di teras belakang rumah, ditemani secangkir teh yang uapnya masih menari perlahan di udara pagi. “Zura,” ucap Zain sambil menarik kursi dan duduk di sampingnya. “Ada kabar baik.” Zura menoleh, alisnya terangkat. “Apa?” Zain tersenyum kecil, lalu mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan berita dari media online. Judulnya jelas: Evelin Valley Ditangkap Polisi Atas Dugaan Penipuan, Pemalsuan Dokumen, dan Penggelapan Dana.
106.8K viewsCompletedAdded to Library 183 Times as dzul upin ipin
Show Reviews (10)
Read
+Library
WidiaYuan
kesempatan tak akan datang dia kali van.. kamu pilih bertahan hidup atau hancur hanya itu pilihanmu. kamu mempertahankan egomu maka kehancuran yg kau dapat kalo kamu memilih pilihan yg ditawarkan barra setidaknya kamu masih bisa hidup lebih lama dengan tenang.
Kania Putri
Barra lagi H2C ini wkwkw tapi aq yakin mami rumi gak akan ngamuk kaya singa kalau kamu jelaskan duduk persoalannya karena menemui karina ada maksud dan tujuan yg jelas bukan demi perusahaan aja tapi demi keutuhan keluarga
Read All Reviews
Kesengsem Ajudan Caem

Kesengsem Ajudan Caem

Zabda : Nasi liwet, peteuy, jengkol, dan sambal. Zulkarnain : Itu, sih, Zabda yang mau. Zainuddin : Kalau mau bawain, mesti banyak, ya? Zacky : Semampunya aja, @Zainuddin. Jangan memaksakan diri. Syaiful : 9 Z, keluar semua. Dimas : Grup 2 lebih banyak yang huruf depannya Z. Uday : Belum ada yang ngalahin D bersaudara Bajradaka.
101.2K viewsCompletedAdded to Library 37 Times as dzul upin ipin
Read
+Library
KEPINCUT PREMAN TENGIL

KEPINCUT PREMAN TENGIL

ancam Jhonatan. Tak menunggu jawaban dari pria di hadapannya, Jhonatan langsung meninggalkan toilet. Ia berjalan cepat meninggalkan klub Zoi. Pria paruh baya itu mengelus dagunya, seolah sedang berpikir. "Memang gadis itu istimewa. Makanya aku berani menaruh uang besar untuk gadis itu! tapi siapa sangka... Musuh ku adalah..." gumam pria paruh baya tersebut.
101.4K viewsOngoingAdded to Library 29 Times as dzul upin ipin
Read
+Library
Dipaksa Menikahi Gus

Dipaksa Menikahi Gus

“Baik, Umi.” Sepeninggal Umi Ulfah, di dalam ruang kamar itu nampak kaku. Zilal yang sudah membawa jamu Kunyit madu hanya meletakannya di atas meja kamar. Sementara Zalfa sudah makan nasi sedikit berkat sepiring Ayam kecap dan Mangut dari Mbak Lina. “Ning, ini Kunyit madunya. Saya ambilkan lagi, takut sewaktu-waktu mau diminum.” ucap Zilal.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as dzul upin ipin
Read
+Library
Prahara Sang Pengacara

Prahara Sang Pengacara

Dia buka sedikit gorden untuk melihat pintu samping yang di maksud olehnya. ["Iya, bawel. Masih ingat, Gue. PIN yang dipakai dari jaman dulu kagak pernah ganti gimana bisa gue lupa. Kasihan katanya pinter, tapi kagak bisa hafal PIN rumahnya sendiri."] ["Bodo!"] sahut Zerlina sambil menekan tombol merah di ponselnya setelah itu menutup gorden seperti semula.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as dzul upin ipin
Read
+Library
Istri Pura-Pura Direktur Kejam

Istri Pura-Pura Direktur Kejam

Selebihnya, tontonanya hanya kisah-kisah orang pinggiran, Upin dan Ipin, Masha & the Bear. “Makan, gih,” pinta Dzaka. Dia menyodorkan piring yang sudah berisi sate beserta bumbunya ke hadapan Kirana. Kirana mengamati piring yang baru saja diletakkan oleh Dzaka. Kemudian, menoleh ke arah suaminya. Seakan meminta sebuah penjelasan. “Kok, ada nasinya?” tanyanya mengangkat kedua alis. “Ya kan katanya kamu lapar. Jadi makan sate sama nasi,” jawab Dzaka apa adanya.
1010.1K viewsCompletedAdded to Library 363 Times as dzul upin ipin
Read
+Library
FAUZIAH AZZAHRA

FAUZIAH AZZAHRA

Sementara Izul menarik salah satu sudut bibirnya membentuk senyum penuh kemenangan disana. “Za, aku bisa jelaskan semuanya, em?” Adrian memegang kedua tangan Azizah, mencoba meyakinkan gadis itu dengan ekspresi sungguh-sungguh. “Hala, kau jangan percaya dia, Za. Dia itu—“
104.5K viewsOngoingAdded to Library 161 Times as dzul upin ipin
Read
+Library
IZINKAN AKU MENDUA

IZINKAN AKU MENDUA

Sedangkan putraku yang kedua, Zayn Putra Maulana baru berusia 2 tahun. “Bun! Bunda!” Suara Zaid memanggil-manggilku ketika aku sedang memasak di dapur. “Ada apa, Nak? Udah belajarnya?” tanyaku saat melihat putra sulungku itu menyodorkan ponsel padaku. Zaid memang sedang mengikuti pembelajaran online menggunakan ponselku. Hal yang tengah dialami oleh semua murid di negara yang sedang dilanda pandemi ini.
1065.5K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as dzul upin ipin
Read
+Library
BENALU

BENALU

Aku meyeringai mengejek. “Assalamualaikum,” terdengar suara salam di ambang pintu. Suara Mang Udin. “Waalaikum salam, masuk Mang!” jawabku. Semua terdiam, sekan tak terjadi apa-apa. “Ini, Mbak Dewi sayur dan lauk pesanan Mbak, semuanya enam puluh lima ribu, Mbak, sama daging ayam!” ucap Mang Udin meletakkan di lantai. Ku ambilkan duitku selambar warna merah dari dompetku.
9.949.7K viewsOngoingAdded to Library 2.0K Times as dzul upin ipin
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status