Kau Duakan Aku, Kubuat Sengsara Hidupmu
“Kayanya ada dompet dan hape, Bu!“ Wawan bicara lagi.
Aku langsung terdiam, ragu tapi harus aku ingin memastikannya sendiri. Benarkah ada dompet di sini? Lalu bagaimana dengan Bang Zul? Bahkan Burman pergi entah ke mana dengan Ninik.
Di hadapan Wawan, aku memilih untuk membuka tas itu. Lalu, kudapati dompet, gawai dan sebuah buku cek di dalamnya, serta satu pulpen bagus berwarna keemasan.
Aku terpana, sungguh sangat terpana. Meski aku ini kuno, kolot, dan bukan sarjana, aku sendiri paham kalau pulpen yang ada di tas Bang Zul itu hampir satu juta rupiah nilainya.
Kenapa Bang Zul butuh pulpen semahal ini?
Lalu, gawainya juga benar-benar ada di dalam tas. Aku tidak berani mengeceknya, jadi tida
Bab Populer