Gadis Rahasia Sang Pewaris
“Semester depan cuma sisa beberpa mata kuliah pilihan dan proposal skripsi, Mas. Jadi, jadwalnya nggak sepadat biasanya.”
Edgar mengangguk pelan, kemudian duduk di ruang makan.
Sesaat kemudian, Ezra juga muncul. Baru saja bangun tidur, bahkan masih memakai piyama dan rambutnya acak-acakan.
“Sampai kapan mau jadi pengangguran?” tanya Edgar dengan nada menyindir.
“Aku seniman, bukan pengangguran,” sahut Ezra sambil meraih sebuah pisang.
Bab Populer