Menikah Dengannya
Waktu tidak dapat di ulang lagi, aku pun sudah resmi menjadi istri dari laki-laki yang selalu berdebat denganku, bertengkar dan saling mencaci-maki.
Walaupun kami tau, kami tidak bermaksud untuk saling menyakiti hati satu sama lain. Kami hanya kesal dan sedikit mengeluarkan uneg-uneg, tapi apa boleh buat, Allah malah menakdirkan kami berjodoh, dan bertemu di pelaminan.
"Gak nyangka gue bisa jadi suami lo?"
"Bisa lah, lo ngelamar gue," kataku ketus.
"Abis lo nantangin gue, malah doa semoga gue dapat jodoh lo, kan. Salah apa gue? Gue cuman ngabulin aja."
Chapitres populaires