Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Elang, si Dewa Medis

Elang, si Dewa Medis

“Gold? Aku tidak mau. Aku hanya mau platinum.” Sarah menggigit bibir bawahnya dan berkata dengan nada yang lebih lembut, “Jangan begitu, Sayang! Gold juga sudah mendapatkan banyak keuntungan. Nggak perlu sampai platinum. Lagipula, Elang tidak mungkin memiliki kartu yang lebih tinggi dari Gold kok. Aku yakin dia pasti hanya memiliki kartu Bronze, Sayan.” Dia berkata dengan nada yang begitu rendah, agar hinaannya terhadap Elang tidak terdengar oleh orang-orang di sekitar mereka.
108.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 313 Beses bilang elang perak
Read
+Library
Penguasa Dewa Naga

Penguasa Dewa Naga

seru Opi sedikit terkejut. "Fokus saja!" jawab Lina dengan tegas sambil menoleh ke belakang. Elang raksasa itu ukurannya jauh lebih besar dari frosenix, lalu muncul aura berwarna merah di atasnya. Pantas saja, kedua elang di tingkat Naga dengan 2 pola. Kecepatan mereka juga semakin cepat, hingga terus mendekat disusul oleh lingkaran sihir yang muncul di depan mulut mereka.
1053.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.2K Beses bilang elang perak
Read
+Library
Sang PENEMBUS Batas

Sang PENEMBUS Batas

Seketika tergenggam 'Cambuk Tujuh Petir' yang berkeredepan, getarkan suara mengerikkan di tangan Elang. Namun yang membedakan kali ini adalah, sosok Elang tak lagi berwarna merah membara. Namun sosoknya bercahaya keemasan menyilaukan. Bagai silaunya cahaya putih berlapis cahaya emas. Sepasang matanya pun pancarkan kilat keemasan yang menyilaukan. Indah, namun mengerikkan..! Tentunya hal ini berkaitan dengan hasil latihan khususnya, di 'Lembah Hijrah Naga' kemarin.
9.963.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.7K Beses bilang elang perak
Read
+Library
LOVE: Nirvana & Hell

LOVE: Nirvana & Hell

Menembus dinginnya malam, membelah kesunyian dengan suara sepatu kudanya, pergi ke rumah Iy Long Tou yang letaknya berada cukup jauh dari Kai Chou. Di sebuah lereng pegunungan yang berselimut kabut dingin, tampak sebuah bangunan megah nan mewah, setanding dengan bangunan Istana Kekaisaran di Kai Chou. Terdapat banyak umbul-umbul berwarna hitam, dengan gambar burung elang berwarna perak, menunjukkan kegagahan tempat ini. Itulah markas besar Elang Perak. Lengkap dengan beberapa bangunan istana, aula besar, halaman yang luas, dan juga diisi oleh para petinggi dan prajurit Elang Perak, yang jumlahnya bisa menyamai jumlah prajurit ne
3.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 70 Beses bilang elang perak
Read
+Library
Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Ia mengharapkan berlian lima karat yang menyilaukan, jenis perhiasan yang biasa dipamerkan Elang untuk menunjukkan dominasi finansialnya. Namun, di dalam kotak itu hanya tergeletak sebuah cincin perak polos. Sangat sederhana. Tanpa permata, tanpa ukiran rumit, hanya lingkaran logam yang berkilau jujur di bawah cahaya malam. "Sesuai permintaanmu," suara Elang mengalun dalam, menenggelamkan suara ledakan di langit. "Tidak ada harga miliaran yang akan membuatmu takut atau merasa terbebani. Hanya perak murni yang ditempa pengrajin lokal di Kota Tua. Sederhana, tapi solid."
932 viewsOngoingIdinagdag sa Library 37 Beses bilang elang perak
Read
+Library
Penakluk Dunia

Penakluk Dunia

Pasangan ayah dan anak itu tertegun, dan Mei Hundi menambahkan sesuatu dengan canggung, "Jadi begitu. Senior Di rupanya berasal dari … umm ... menjawab Senior Di, ini adalah Benua Terlarang dengan suku phoenix sebagai penguasa terkuat. Apakah Senior Di pernah mendengar tentang kami, suku Elang Perak?" Di Tian terkejut saat menyadari sesuatu. "Suku Elang Perak? Jadi kalian bukan ...." Mei Lanqing mengerti ke arah mana Di Tian bertanya, jadi dia menjelaskan secara ringkas, "Karena anda berasal dari tempat yang jauh, anda mungkin belum tahu bahwa benua ini tidak ditinggali oleh manusia. Mengenai orang bernama Rong Guyu tadi, dia be
9.8443.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 14.2K Beses bilang elang perak
Ipakita ang mga Review (181)
Read
+Library
Jimaro Chan
welcome back, Senior Ye. akhirnya hadir kembali setelah sekian lama, dan memberi kejutan besar tentang dalang pembantaian di Benua Utara. ceritanya makin rumit dan kompleks. Semangat tuk terus berkarya, Senior Ye....
Embunayu
Hai kak.. ijin perkenalkan novel saya ya.. menceritakan tentang pangeran yang lemah masuk dalam dunia beladiri, sihir, penyelidikan jati dirinya dan cinta Berjudul " Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api " silahkan mampir
Basahin ang Lahat ng Review
Sang Pewaris Tahta

Sang Pewaris Tahta

Freya kali ini bersuara, raut wajahnya masih sama masamnya dengan tadi. "Akan saya ingat itu dengan baik, Yang Mulia." ~0~ Anak laki-laki berambut perak keunguan itu berjalan menyusuri pasar. Seekor elang berwarna hitam dengan bulu berwarna putih di bagian leher hingga perut bagian bawahnya, bertengger dengan manis di bahu kanannya. Tangan kanannya penuh dengan kantung kertas berisikan sepuluh butir apel berwarna merah muda. Iris mata keunguannya menyapu pandangannya ke sekeliling, ia hanya butuh mencari satu barang lagi setelah itu baru ia bisa pulang.
1.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 58 Beses bilang elang perak
Read
+Library
AJISEKA

AJISEKA

Ujar Ajiseka. Seketika itu juga Elang perak turun dari ketinggian. Galuh takjub melihat burung Elang besar dan berbulu perak itu menuruti ucapan Ajiseka. Tetapi hal itu terjadi hanya sesaat saja, pasalnya sesuatu terjadi manakala binatang itu mendarat di permukaan tanah. Trik
9.53.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 76 Beses bilang elang perak
Read
+Library
Little girl

Little girl

Gadis itu tidak pernah melakukan sesuatu yang membuat lelah. Ceklek. Glora menoleh ke arah pintu yang terbuka lalu muncullah sosok Elang dengan kaos hitam dan celana selututnya. Elang berjalan ke arah ranjang Glora, mengangkat kepala gadis itu dan memindahkan ke atas pahanya. "Kenapa?" tanya Elang ketika Glora beralih memeluk pinggangnya dan menenggelamkan wajahnya di sana.
2.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 86 Beses bilang elang perak
Read
+Library
Silsilah Naga Emas

Silsilah Naga Emas

Dari altar itu, muncul cahaya terang yang menyilaukan, seolah-olah memanggil mereka untuk mendekat. "Inilah tempatnya," kata Mei Xiang dengan nada hormat. "Inilah lokasi terakhir—tempat di mana Silsilah Naga Emas disimpan." Li Zhen merasa jantungnya berdebar kencang. Apakah ini akhir dari perjalanan panjang mereka? Apakah mereka akhirnya akan menemukan jawaban atas semua pertanyaan yang telah menghantui mereka sejak awal? Namun, sebelum mereka sempat melangkah lebih jauh, suara gemuruh keras terdengar dari bawah tanah. Air danau mulai bergelombang hebat, dan dari dalam kedalaman air, muncul sosok makhluk raksasa yang tubuhnya terbuat dari air murni. Matanya menyala biru terang, dan suaranya
1.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 43 Beses bilang elang perak
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status