PENYESALAN SEORANG LELAKI
Dika kemudian memintanya untuk duduk di sofa, saling berhadap-hadapan meski putrinya lebih banyak menunduk.
“Bisakah dari sekarang panggil saya dengan kata Papa. Sekalipun di rumah ini Papa nggak pernah dengar kata-kata itu keluar dari kamu, Nak. Iya, memang Papa banyak salah. Papa minta maaf, izinkan Papa membuktikan kalau Papa menyesali semuanya,” pinta lelaki itu tulus dari dalam hatinya. Tanpa perlu berpikir panjang lagi, Mila hanya mengangguk saja, bukan karena rasa bakti. Melainkan rasa sungkan dan tak ingin berlama-lama bersama lelaki itu. Sulit bahkan mustahil menumbuhkan cinta pada papa kandung yang telah mencampakkannya dulu.