Ah! Enak Mas Dokter
"Ma, kamu kenapa? Ayo masuk. Buatin Papa kopi. Papa mau olahraga lagi, mumpung masih pagi. Papa ngga mau nanti calon mantu Papa ngeliat Papa gendut kayak buntelan kentut gini."
Ratna menghela napas panjang. Sangking penuhnya isi pikiran, ucapan suaminya sama sekali tidak terdengar.
"Ma, kamu kenapa sih? Ayo masuk. Buatin Papa kopi." Dewanto merangkul lengan, membawa masuk. "Ma, kamu kesambet setan? Kok diem aja? Heh."
Ratna mendongak, menatap laki-laki tinggi gendut di sampingnya. "Apa, Pa?"