Antara Ambisi dan Cinta
“Ya Tuhan, ini bahkan bukan craving yang normal. Bukan mangga muda, bukan rujak. Tapi … es krim sama sambal?!”
Mobil meluncur keluar. Ezra menghubungi seseorang lewat handsfree.
“Hallo, Chef Armand? Ini Ezra. Kamu lagi di restoran?”
Suara pria dengan aksen Perancis menjawab, ramah tapi bingung.
“Tentu, Monsieur Ezra. Ada apa? Anda ingin reservasi meja?”
“Enggak, aku butuh pertolongan darurat. Bisa enggak bikin es krim vanilla dicampur sambal terasi dan ditambahin kerupuk udang?”