Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PELANGI JIWA

PELANGI JIWA

KEBERHASILAN SEMU Suatu hari ada salah seorang teman Rere bertanya, tentang usaha yang sedang di jalankan. Teman Rere bernama Tina, dia sekantor dengan Rere. Sebenarnya Rere enggan bercerita dan memberitahu Tina tentang usaha yang sedang di jalankannya, tapi Tina sedikit mendesak tentang apa saja usaha yang sedang di jalankannya. Akhirnya Rere bercerita tentang saha yang sedang di jalankan, mulai dari kantin, bakso, dan juga investasi saham pada teman Juna.
108.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 277 kali sebagai esai novel laskar pelangi
Baca
+Pustaka
Ujung Senja

Ujung Senja

Emak tampak menahan amarah mendengar bantahan demi bantahan yang aku lontarkan. “Halimah, jangan kau paksa anak aku. Keluolah (keluarlah) kau! Aku nak cakap dengan Era.” Bah mengusir Emak dari kamarku. Emak bersungut. Wanita berkulit putih itu keluar dengan wajah kesal. “Nak,” ujar Bah. Pria itu duduk di sebelahku. “Tadi, Tengku Asnawi datang ke sini. Dio membawa amanat dari Asman, nak melamar engkau untuk jadi istri Asman.”
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 258 kali sebagai esai novel laskar pelangi
Baca
+Pustaka
LAILA

LAILA

Bahkan aku juga tersenyum. Seperti kena karma. Aku juga bernasib sama. Tidak ada pesawat di bandara ini yang ke lokasi ku tuju. Aku duduk kesal di ruang tunggu. Membuka kembali buku Lovenote. Tidak ada tulisan baru. Aku mencurahkan isi hatiku, dengan menulis di sana, 'andai aku bisa pergi' Kemudian mataku terpejam sebentar. Kalau pagi tidak melakukan apapun pasti aku selalu ngantuk. Saat aku membuka mata, aku terbaring di kursi panjang dan sepertinya aku lagi-lagi ketiduran. Aku harus pulang. Tidak ku sadari buku Lovenote yang berada di badanku saat berbaring, terjatuh ketika aku berdiri. Aku memungut dan membukanya. Tulisan baru muncul. Aku benar-benar bingung. Apa aku menulisnya saat tidur
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 258 kali sebagai esai novel laskar pelangi
Baca
+Pustaka
Langit Pelangi

Langit Pelangi

Ayu memeluk singkat, mengecup dahi pelangi Pelangi kembali berfokus pada bukunya, mencari jalan pemecahan soalnya.Ini memang soal yang sulit, ia bahkan tak bisa membayangkan bagaimana keadaan arabelle saat ini. Pelangi akhirnya bernafas lega setelah soal terakhirnya selesai.Diperiksa nya kembali semua soal yang sudah selesai ia kerjakan, sudah yakin bahwa semuanya sudah selesai dengan benar ia menutup bukunya.
82.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai esai novel laskar pelangi
Baca
+Pustaka
The Good Antagonist

The Good Antagonist

"Jadi bener ini nyata gue masuk ke dunia novel." Elisa memandang langit-langit kamarnya. Ia mencoba mengingat kehidupan Elisa dalam novel. Elisa adalah seorang yatim piatu karena orang tuanya meninggal 2 tahun lalu. Sebenarnya opa dan oma Elisa menyuruh Elisa untuk tinggal bersamanya di Jepang. Namun Elisa menolak karena lebih suka tinggal di Indonesia. Dengan berat hati opa dan oma Elisa pun menyetujui. Mereka rutin mengirimkan uang setiap bulannya jadi Elisa tidak khawatir tentang uang. Elisa menyukai Atlas karena dia membantu Elisa yang waktu itu di bully waktu SMP. Saat itu Elisa hanya bisa mengagumi dalam diam, namun saat masuk SMA Elisa mulai mencintai Atlas secara ugal-ugalan sampai m
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai esai novel laskar pelangi
Baca
+Pustaka
Asa diujung Sajadah#book2

Asa diujung Sajadah#book2

Salsa nyengir lucu. Salsa anak orang kaya rupanya. Walaupun ia sudah menduganya, namun kalimat Salsa tadi makin memperjelas siapa dirinya. "Iya juga ya, Sal? Semua sudah ada yang mengatur. Eh kamu mau makan atau minum apa?" Jihan melambaikan tangan. Memberi isyarat pada Narti untuk mendekat. "Saya pengen coba sate padang dan minumnya es teh manis aja, Mbak. Biar pedes-pedes seger." Narti segera berlalu setelah mencatat pesanan Salsa.
10101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai esai novel laskar pelangi
Baca
+Pustaka
Pemuas Hasrat CEO Dingin

Pemuas Hasrat CEO Dingin

Bahkan bukan sekali dua kali Nora terpergok memergoki tatapan Dirga yang jatuh padanya—tajam, dalam, dan seakan sengaja membuatnya resah. Seperti siang ini, ketika mereka tengah duduk di ruang meeting yang dipenuhi dokumen serta layar proyektor. Agenda hari ini: rapat lanjutan untuk membahas detail project adaptasi Bali. “Baik, jadi untuk tim kreatif, kami menunjuk Elanora untuk memimpin jalur editorial,” ucap Pak Ezra dengan suara mantap. “Dia akan memegang kendali materi naskah, serta memastikan kesinambungan cerita dengan hasil adaptasi.”
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai esai novel laskar pelangi
Baca
+Pustaka
Lady Bug

Lady Bug

Dan beruntung seseorang mengangkat telepon. "Penerbit ABC, ada yang bisa dibantu?" Suara pemuda terdengar ramah dari dalam telepon. "Maaf Kak. Ini saya Sasa. Kalau boleh tahu, kapan novel saya terbit?" "Maksudnya?" "Begini, tempo hari Kak Anisa mengirim draft ke sana. Apa sudah diterima?" "Anisa?" "Anisa Kejora, yang menulis buku Kejora itu." "Sebentar ya, coba saya tanyakan dulu ke tim editor. Nanti hubungi kembali--"
9.713.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 391 kali sebagai esai novel laskar pelangi
Tampilkan Ulasan (58)
Baca
+Pustaka
Mocha Latte
Overall, aku suka cara kamu menyampaikan perasaan setiap tokoh dalam cerita kamu. Btw, biarpun aku marah sama Vivi tapi aku kasihan juga sama dia. Dia terlalu ingin menjadi penulis terkenal hingga pilih jalan sesat😅 oh iya, terus semangat nulisnya. Aku baca hingga akhir nih😆 Ganbatte kudasai
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Tuan Menjadi Gila Setelah Nyonya Pergi

Tuan Menjadi Gila Setelah Nyonya Pergi

Ciuman hangat dari bibir yang basah memancing gairah pada leher pria normal itu. “Mahira!” Elvis terbangun dari tidurnya. Dia menukar posisi tubuh hingga Sasa berada di atas. “Kenapa pergi jika masih kembali?” Elvis tidak mengenali Sasa karena kamar yang gelap. Apalagi wanita itu mengenakan gaun malam berwarna hitam. “Aku pergi untuk kuliah, Sayang agar pantas bersanding di sisi kamu.” Jari-jari Sasa meraba leher dan dada hingga perut Elvis yang menggoda.
1094.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai esai novel laskar pelangi
Baca
+Pustaka
Obsesi Gelap sang Pewaris

Obsesi Gelap sang Pewaris

Dengan kata lain, film fantasi itu diangkat dari sebuah karangan novel yang terbit lebih dari dua puluh tahun yang lalu. "Apakah ini berarti kau akan meninggalkan pekerjaan lamamu?" tanya Gavin. Dia sudah memikirkan tentang ini sejak beberapa hari setelah Helen memutuskan untuk menerima tawaran dari Gabriel. Sejak Helen menerima tawaran itu, Helen tidak pernah lagi membicarakan tentang pekerjaan lamanya. Dia tidak memberitahu apakah dia akan berhenti atau tidak. Namun beberapa hari terakhir ini, Gavin memang masih melihat Helen pergi ke tempat kerja lamanya, yang berarti Helen masih bekerja di sana hingga sekarang.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai esai novel laskar pelangi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status