Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Cinta Ugal-ugalan Bos Tampan

Cinta Ugal-ugalan Bos Tampan

Dan satu kebohongan, biasanya akan melahirkan kebohongan lainnya. “Benarkah? Bukankah kamu menyukai gadis yang tinggi, dengan hidung yang mancung dan dan rambut yang panjang?” ucap Medina sambil memperhatikan penampilan Fika dari atas hingga ke bawah. Fika sontak memegangi hidungnya yang diejek secara langsung oleh Medina di hadapannya. ‘Baru saja aku berpikir bahwa wanita ini sempurna dengan fisik dan pendidikannya. Ternyata mulutnya yang kejam itu merusak semua keindahan fisiknya,’ batin Fika.
1.6K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as ulasan cerpen
Read
+Library
Dua Wajah Satu Cerita

Dua Wajah Satu Cerita

Wanita di sebelahnya mencoba menjelaskan sambil menunjuk ke arah tulisan berlatar kuning cerah yang terpampang di atas wastafel, bertuliskan 'Sedang dalam Perbaikan'. "Maafkan aku, apa kamu terkena air itu?" "Aku tidak apa-apa, kamu harus menanyakan pada dirimu sendiri. Kamu hampir basah kuyup jika reflekmu kurang cepat." Melva menunduk sebagai kesopanan, tetapi ekspresinya sedikit kesal. Melva merasa canggung dan diam-diam mengutuk dalam hati atas kejadian yang tidak terduga ini. Wanita itu berbaik hati mengambilkan beberapa tisu, Melva mengambilkan dan sekali lagi meminta maaf padanya. Dia cepat-cepat mengeringkan bagian basah di bajunya dengan tisu kertas yang diberikan, mencoba memulihka
3.2K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as ulasan cerpen
Read
+Library
Alunan Cinta

Alunan Cinta

"WT 06 masuk." ["Masuk mbak rambut panjang, masuk. Apa info mbak cantik"] Adara seperti tak asing mendengar suaranya, namun Adara terus membaca tulisan dari Andi. "Langsung eksekusi pit 3T, copy." ["Copy sayang ... copy. Copy nggak pakai susu karena udah manis seperti yang nyahut"] Benar, ternyata itu suara si Cecunguk itu. Keriuhan pun kembali terjadi.
103.0K viewsOn holdAdded to Library 104 Times as ulasan cerpen
Read
+Library
Cinta Terakhir Sang Bangsawan

Cinta Terakhir Sang Bangsawan

Sang Guru terpekik, sementara Sang Bangsawan Muda bersiul pelan dan berujar lega, "Jitu. Terima kasih banyak, Henry." "A-a-apakah Lazarus..." Rani terbata-bata. "Karena satu dua peluru kecil tak bisa mematikannya, seperti dalam permainan-permainan game elektronik, dibutuhkan peluru yang jauh lebih besar untuk memusnahkan dirinya. Setidaknya, agar ia mati."
108.1K viewsCompletedAdded to Library 325 Times as ulasan cerpen
Show Reviews (27)
Read
+Library
Nn. RF
Suka ceritanya, kalimatnya baku tapi gak kaku.. sebagai manusia yang gak terlalu paham sama cerita genre fiksi, baca cerita ini aku pahamm.. lope pull buat Kajull. Kalimatnya mudah di pahami, karakter tokoh nya keren-keren. Cerita zombie? agak ngeri sih wkwk.. recommended!!
Septy
Ceritanya bagus banget, penuh dengan teka teki. lady rose yang misterius, Rani dan Orion yang kayaknya bakal ada di situasi sulit. Tentang Zombie, ahh... bkin deg2n... aq terhalang oleh koin ini bacanya, jdi besok lagi Bru bisa baca krna harus nyelesain misi terlebih dahulu buat buka bab selanjutny
Read All Reviews
SELALU DICAP MANDUL

SELALU DICAP MANDUL

Tidak heran, jika sertifikat kebun tebu ibu masuk ke bank. "Kamu tau gak, Zah? Asih itu habis melahirkan minta hadiah kalung emas lho. Kalung satu set dengan liontin." Mbak Ina mulai mengompori. "Kamu aja belum pernah dikasih emas kan sama ibu? Bahkan waktu pernikahanmu juga gak semeriah pernikahannya si Asih. Kamu mana dapat emas-emas atau CD seharga limaratus rebu? Wkwkwkwwk." Mbak Ina bercerita tanpa jeda. Niatnya terlihat sedang memanas-manasi hati Izza.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as ulasan cerpen
Read
+Library
Penyesalan di Ujung Cinta

Penyesalan di Ujung Cinta

Setelah pemeriksaan selesai, dokter pergi membuat laporan hasil visum. Setelah semua orang keluar, barulah Mikho mulai berbicara dengan wajah serius, "Apa kamu udah gila? Kenapa malah lapor polisi?!" "Aku cuma dorong kamu sedikit. Kamu juga nggak mati, 'kan? Gimana bisa bilang aku mau bunuh kamu?" Aku hanya meliriknya dengan tenang. "Tapi memang benar aku jatuh karena kamu dorong, dan memang benar aku ngalamin pendarahan hebat lalu jadi keguguran."
1.8K viewsCompletedAdded to Library 44 Times as ulasan cerpen
Read
+Library
Dicintai Dengan Ugal-ugalan

Dicintai Dengan Ugal-ugalan

Dia kemudian menyapukan pandangannya pada game dan mendapati layar ponselnya meledak dalam sekejap mata oleh komentar-komentar. “Wow wow wow! Si Dewa begitu keren! Tanpa diduga-duga dia menggunakan 'Mandi api dan terlahir kembali' dengan begitu cantik!” “Si Dewa memang benar-benar Dewa. Benar-benar tidak melunakkan diri saat membereskan istrinya. Tidak peduli betapa berbahayanya skill itu, dia tetap menggunakannya!” “ Oh Si Dewa, aku ingin mempunyai anak darinya!”
107.5K viewsOngoingAdded to Library 188 Times as ulasan cerpen
Read
+Library
Cinta dan Dosa

Cinta dan Dosa

Ternyata apa yang dia ceritakan tidaklah benar adanya. Di dalam kamar, Melati duduk termenung di depan meja rias. Dia memandangi dirinya di depan cermin. Apa yang baru saja mereka lewati sebelumnya, sangat jauh berbeda saat Bisma yang memaksanya. “Bagaimana bisa aku kebablasan.” Gadis itu menggeleng, tidak percaya dengan beberapa tanda kemerahan yang memenuhi anggota tubuhnya. “Hubungan kita apa, Kak?”
106.7K viewsOngoingAdded to Library 146 Times as ulasan cerpen
Read
+Library
Cinta yang Telah Menjadi Abu

Cinta yang Telah Menjadi Abu

] [ Lokasi donasi: Kulit utuh dari kedua paha bagian dalam. Aku langsung mendongak dan menatap Jerry. Gumaman penuh amarah keluar dari tenggorokanku. Jerry merapikan dasinya dan berujar dengan nada wajar, "Lengan Andini terbakar. Itu tangan yang biasa digunakan untuk main piano dan nggak boleh cacat. Dokter bilang, kulit pahamu paling cocok. Lagian, kamu juga nggak akan bisa pakai rok lagi."
4.2K viewsCompletedAdded to Library 160 Times as ulasan cerpen
Read
+Library
Cinta adalah Penyesalan

Cinta adalah Penyesalan

Aku tersenyum miris, menutup telepon, lalu menerima uang itu. Perceraian sudah di depan mata, bisa mendapat sedikit keuntungan, kenapa tidak. Hujan deras mengguyur saat aku membawa kolak candil ke hotel pukul dua dini hari. Pintu kamar suite dibiarkan terbuka, seolah sengaja menunggu kedatanganku.
18.3K viewsCompletedAdded to Library 675 Times as ulasan cerpen
Read
+Library
PREV
123456
...
10

Frequently Asked Questions

Membaca cerpen itu seperti menyelam ke kolam yang dalam dalam waktu singkat. Salah satu contoh ulasan yang menurutku menarik adalah ketika pembaca tidak hanya merangkum plot, tapi juga menyentuh 'rasa' ceritanya. Misalnya, ulasan untuk cerpen 'Keluarga Gerilya' karya Pramoedya Ananta Toer bisa dimulai dengan menggambarkan bagaimana atmosfer tegang pergerakan bawah tanah terasa menggelitik kulit, lalu diikuti analisis karakter yang tidak hitam-putih. Ulasan bagus biasanya menyisipkan kutipan spesifik ('Dia berjalan seperti angin yang tahu persis dimana harus berhenti') sebagai bukti konkret gaya penulis.

Paragraf kedua bisa membandingkan tema cerpen dengan karya lain—misalnya menyandingkan kesepian tokoh utamanya dengan cerpen 'Lelaki Tua dan Laut'. Penutup yang kuat seringkali berisi pertanyaan provokatif seperti 'Apakah kita semua pada akhirnya adalah gerilyawan dalam kehidupan sendiri?' tanpa perlu memberi jawaban pasti. Ulasan macam ini meninggalkan bekas karena mengajak pembaca berpikir ulang tentang cerita yang barus saja mereka telan.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status