Isela: Putri yang Terbuang
Sendok ditangan langsung Aresh jatuh ke lantai, menciptakan suara dentingan, terbayang oleh siksaan baru yang sudah menanti di depan mata.
Dengan tangisan kencangnya, Aresh memukul dada. “Bunuh saja aku daripada disiksa seperti ini. Bunuh aku! Kumohon..” pintanya dengan putus asa sampai tidak ingin hidup lagi.
Jach berdecih. “Tidak akan,” jawabnya dengan tegas.
***
Dibawah cahaya lampu kecil, Isela membuka lembaran bukunya, menghabiskan kembali waktunya untuk belajar dan mempersiapkan ujian yang ingin dia lakukan sebelum natal tiba.