Zee 'n Zeino
“Entahlah, Lu. Gue juga ga yakin apa cuma itu masalahnya. Makin ke sini tu, gue ngerasa ga satu pemikiran sama dia. Gue ga pernah loh ngelarang dia mau jalan sama siapa aja. Gue kasih dia kepercayaan, gue selalu dukung dia untuk selesaian kuliah. Ga pernah gue ngerepotin dia harus ini itu untuk gue. Supaya apa? Supaya dia tetap bisa bergaul dengan yang lain dan konsentrasi kuliah.”
Zefanya menarik napas sebelum akhirnya berkata,” perkerjaan ini penting buat gue sebagai batu loncatan. Lagian di sana ga hanya dapat gaji doang, ada bonus uang pelayan. Disediain makan dalam jam kerja, belum lagi tips dari tamu yang royal. Dan yang paling penting ada jenjang karirnya.”
Hot Chapters