Tentang Rasa
ujar Rinjani sambil berusaha bangkit dari tidurnya, tetapi ditahan oleh Tama.
Pria itu memegangi pundak putrinya agar tetap berada di posisi berbaring. “Sekarang beneran, Papa nggak bercanda lagi.” Tama mengelus kepala Rinjani dengan sayang dan kembali melanjutkan ucapanya, “Nak, kalau kamu menyayangi seseorang, ungkapkan itu. Jangan dipendam karena akan menimbulkan penyakit. Dan saat kamu melepaskan, kamu mengakui rasa sayang itu, jangan harapkan sebuah pembalasan. Sayangi orang itu tanpa syarat bahwa dia, juga harus menyayangimu. Kamu mengerti?”
Rinjani diam membisu mendengarkan penjelasan sang ayah. Gadis itu menatap tidak percaya kepada, bahkan dia sampai terduduk saking terkejutnya.
Hot Chapters