Keperkasaan Sang Mertua
Setelah kuangkat, suara suamiku terdengar dari seberang telepon.
"Sayang, apa ayah sudah sampai di rumah?"
Aku menjawab, "Sudah."
"Oke. Selama beberapa hari ini aku nggak di rumah, kamu rawat ayah dengan baik, ya," ujar suamiku.
Merawat? Merawat seperti apa? Merawat ayah mertua dengan tubuhku?
Begitu pikiran itu muncul, tubuhku langsung bereaksi.
Astaga, sekarang hanya dengan menyebut ayah mertua, aku sudah jadi sesensitif ini?
Hot Chapters