Selir Yang Terlupakan
Sentuhannya begitu lembut hingga tak sedikit pun mengganggu tidurku.
"Lianhua," bisiknya pelan ke udara sunyi, satu nama yang kini terasa lebih berharga daripada ribuan gelar yang pernah beliau sandang.
Keesokan paginya, halaman istana yang luas dipenuhi udara segar dan aroma melati yang sedang mekar di sepanjang pagar batu. Para selir telah berkumpul sesuai jadwal, tampak dalam balutan hanfu berwarna-warni cerah dan perhiasan yang disusun rapi, suara mereka berbisik-bisik penuh antisipasi dan gosip pagi.