Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dikhianati Mantan, Jatuh Pada Duda Tampan

Dikhianati Mantan, Jatuh Pada Duda Tampan

jawab Intan, menggenggam tangan Gilang untuk waktu yang cukup lama. Gilang merasakan bahwa genggaman tangan Intan bukan sekadar sebuah salam perpisahan, tetapi juga sebuah do'a dan harapan yang besar. "Dan ingat, kepergian Queen itu sudah takdir yang Maha Esa, kamu harus mengikhlaskan. Itu semua bukan salah kamu, jadi lupain semuanya dan mulai hidup yang baru. Mbak sangat ingin melihat kamu hidup bahagia dan cepat cari pengganti Queen."
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai farewell my queen
Baca
+Pustaka
Suamiku Bukan Tukang Sol Sepatu Biasa

Suamiku Bukan Tukang Sol Sepatu Biasa

Queen terbelalak dan langsung menarik lengan Rayan, “Bye? Kamu ini apa-apaan sih, Yan? Sok banget bersikap dingin.” “Aku tahu kamu tuh pasti suka sama aku, maka dari itu kamu nekad nikah sama orang yang entah siapa itu. Iya kan? Kamu cuman mau melupakan aku kan? Tapi nggak bisa. Iya kan?” Queen menambahkan dengan penuh percaya diri. Rayan sedikit terkejut dengan penuturan Queen. Dengan risih dia melepas tangan yang menahan lengannya dan berujar dengan agak sebal, “Wait a minute! Apa maksud kamu ngomong kaya gitu?”
1024.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 943 kali sebagai farewell my queen
Baca
+Pustaka
Istri Kontrak Tuan Sultan

Istri Kontrak Tuan Sultan

“Ya, Nyonya?” “Kau boleh pulang. Aku akan kembali bersama Sultan nanti.” Arman mengangguk patuh. “Baik, Nyonya. Saya pamit.” Queen turun, pintu mobil ditutup dengan tenang. Arman menyalakan mesin kembali, lalu meninggalkan halaman kantor. Queen berdiri sejenak, menatap gedung tinggi di depannya, menarik napas panjang sebelum melangkah masuk.
821 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai farewell my queen
Baca
+Pustaka
The Queen Janda Pirang

The Queen Janda Pirang

teriak Marcell dari arah luar sambil mengetuk keras pintu kamar Zella. Zella terduduk di belakang pintu kamaranya dan menangis sejadi -jadinya. Ia teringat kata -kata Kakeknya saat itu. "Queen ... Kamu harus menikah dengan Marcell. Sebab, kalau tidak, maka sia -sialah semua investasi kakek disana." Begitulah pesan Kakek pada Zella yang selalu memanggil namanya dengan sebutan Queen.
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai farewell my queen
Baca
+Pustaka
Dead&Queen

Dead&Queen

"Tapi keliatannya Mas Gio emang nggak tertarik, ya? Gue perhatiin dari dia masuk kemarin, matanya cuma ngeliatin satu orang." Wina menyeringai, lalu membuka Notes di HP-nya dengan cepat. "Fix, ini bahan buat fanart terbaru. Judulnya... 'The Queen's Guard'!" Tanpa mereka sadari, Rian yang sedang mengambil air mineral di dispenser mendengar semua percakapan itu. Ia menggeleng sambil bergumam, "Kantor ini makin hari makin kayak sinetron." Sementara itu, di balik pintu pantry, Anya mengetik pesan cepat di grup W******p berjudul "Finance Girls":
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai farewell my queen
Baca
+Pustaka
Istri Kontrak Sang Presdir

Istri Kontrak Sang Presdir

Queen berjalan menjauh dari Keano lalu dia mendapat panggilan di ponselnya. “Hai.” Queen langsung menyapa dengan senyum merekah. “Aku ada di area dekat kamu menghadiri pesta pernikahan. Apa kamu bisa keluar?” Queen melebarkan senyum, lalu mengangguk dan berkata akan segera keluar. Queen mengangkat sedikit gaun bagian depannya agar bisa berjalan dengan leluasa, lalu dia pergi ke arah depan untuk menjemput seseorang yang baru saja menghubunginya.
9.665.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai farewell my queen
Baca
+Pustaka
Jadi Istri Kedua CEO Dunia Monster

Jadi Istri Kedua CEO Dunia Monster

Terlukis jelas ekspresi bahagia mereka, saat Queen mau memahami dan memberikan usul yang adil. Bersamaan dengan itu, aku juga miris melihat-nya. Bagaimana tidak? Queen sebelumnya menjelas-kan padaku secara langsung, bahwa hidupnya tak lagi lama. Makanya dia mencari seorang pewaris atau sebutannya Heres agar tak khawatir lagi, jika nanti dia pergi secara mendadak. Alunan mantra dengan bahasa yang tidak ku-pahami mengalun. Lingkaran sihir muncul di per-mukaan gerbang besar berwarna putih bersih ini. Gerbang yang diberi nama Palatium Maris atau Gerbang Sea Palace.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai farewell my queen
Baca
+Pustaka
Queen Of Eternity

Queen Of Eternity

ucap wanita itu dengan nada lembut. Sungguh Arthur lebih lega dan tenang ketika ia bersama ibunya yang memiliki kedudukan sebagai Luna. Luna Arabella satu-satunya Ratu yang tidak pernah mendapat catatan hitam dibuku kerajaan. Ia adalah sosok Ratu yang baik hati dan lembut dia selalu dijunjung tinggi oleh rakyat karena kebaikan hatinya. Walaupun sudah lanjut usia luna Arabella memiliki wajah yang tampak awet muda sehingga orang tak percaya bahwa ia sudah berumur.
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai farewell my queen
Baca
+Pustaka
Pengawal gay saya

Pengawal gay saya

they never talked about it, and always pretended that there was nothing in the world to wish for; but, sometimes when they looked at other people's children, their faces grew sad, and their courtiers and attendants knew the reason why. one day the queen was sitting alone by the side of a waterfall which sprung from some rocks in the large park adjoining the castle. She was feeling more than usual miserable, and had sent her ladies away so that no one might witness her grief. suddenly she heard a rustling movement in the pool below the waterfall, and, on glancing up, she saw a large crab climb on to a stone beside her.
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai farewell my queen
Baca
+Pustaka
The Last Queen

The Last Queen

Pangeran ingin tetap dekat, menyaksikan hari-hari indah ratu meski dari dimensi yang berbeda. “Yang Mulia, sudah saatnya.” Candrika menyadarkan ratu dari lamunannya. Seluruh rangkaian upacara dan doa telah selesai dilaksanakan, kini tiba saatnya ratu melepas jasad pangeran ke peristirahatan terakhirnya. Ratu berusaha menguatkan langkah kakinya, walau berat namun harus tetap ia lakukan agar jiwa pangeran bisa pergi dengan tenang menuju surgaloka. Ratu menghampiri jasad pangeran sebelum benar-benar melepas kepergiannya, ia cium kening pangeran untuk terakhir kalinya sebagai tanda perpisahan. Lagi-lagi air matanya tumpah saat menatap wajah pucat pangeran. Sepertinya baru kemarin ia menyaksikan
5.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai farewell my queen
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status