ISTRI KEDUA AYAHKU
ISTRI KEDUA AYAHKU 22
Aku menatap siaran langsung konferensi pers yang dilakukan Ayah di depan kantor utama Wijaya Group. Di sana, Ayahku tampak tegar dan berwibawa. Beliau didampingi Om Ferdi, pengacara keluarga kami. Eyang, yang duduk di kursi goyang sambil menyimak berita itu diam saja. Sesekali beliau memejamkan mata. Tadi, sebelum Ayah pergi ke kantor, kami berkumpul dan bicara. Sebuah moment yang sungguh menguras emosi dan air mata. Di hadapan Ayah, Eyang mengakui bahwa dua puluh tahun yang lalu, dialah yang menyebabkan Eyang kakung meninggal dunia. Meski tak disengaja, tapi tingkah Eyang yang memaksa dan menekan Eyang kakung membuat beliau terserang gagal jantung hingga akhirnya menin