Hamil Anak Calon Wakil Presiden
Namun, dengan nada manis yang penuh kepalsuan, Anindya menjawab, "Tuan Nursyid... Saya rasa saya kurang cocok memerankan gadis modern yang pembangkang. Saya lebih suka menjadi permaisuri, menjalani kodrat saya sebagai perempuan—menjadi istri yang baik dan penuh tanggung jawab."
Ucapan itu membuat Nursyid berhenti sejenak, matanya memandang tajam ke arah Anindya. "Menarik sekali, Anindya," ucapnya pelan, hampir seperti gumaman, sebelum melanjutkan dengan nada yang lebih tegas, "Tapi bukankah kau adalah salah satu dari feminist Dwipantara? Jika aku tidak salah ingat, kau pernah mengatakan bahwa kodrat perempuan hanyalah menstruasi, hamil, melahirkan, dan menyusui. Selebihnya hanyalah kewajiban
Bab Populer