Tujuh Tahun Yang Suram
“Iya, enggak rasa anak-anak cepat besar, Fia. Kamu sendiri mau nambah enggak nih?”
“Aduh, dua aja cukup. Udah empat puluh Ra, enggak kuat ngidamnya.” Nafia berucap demikian bukan melahirkannya yang tak kuat, namun ngidam berbulan-bulan yang tak kuat di laluinya. Kehamilan yang kedua bahkan mama Syamira turun tangan tiga bulan betul-betul mengurus menantunya ini. Mual muntah di pagi hari nyaris tak bisa ngapa-ngapain. Bahkan Arga, suaminya yang terkenal singa itu, haris menahan diri berbulan-bulan. Untung ada Khamila dan Cemara yang sigap membantu. Sebab terkadang papa Hadi tak tahan mengajak istrinya itu balik ke desa, bukan tanpa sebab, selain ingin intim, beliau juga harus melihat sawah-sa
Hot Chapters