DENDAM
"Apa tujuan kamu? Sebenarnya."
Alia menarik napas. "Aku senang, menyaksikan wanita yang membuatku menderita, merasakan derita yang lebih lagi."
"Tapi wanita itu ibu kamu, Alia. Sadar kamu, jangan dikuasai setan."
Alia tertawa sumbang. "Bukankah kamu sahabatnya setan?" ucap Alia.
"Al, sadarlah, dia ibumu. Kamu tidak kasihan dengannya? Sudah tua dan sakit-sakitan pula."